Rangkuman Materi Seni Rupa Kelas 3 Semester 1

Semester 1

1. Mengenal unsur seni rupa: titik dan garis

2. Mengenal bidang, bentuk, dan warna

3. Mengidentifikasi unsur seni rupa pada benda sekitar

4. Mengenal alat dan bahan seni rupa

5. Membuat karya gambar sederhana

6. Membuat karya kolase



Semester 2

7. Mengenal karya seni rupa tiga dimensi

8. Menggunakan alat dan bahan dengan aman

9. Membuat karya dari plastisin/tanah liat

10. Membuat karya berdasarkan lingkungan sekitar

11. Mengapresiasi karya teman

12. Membuat karya berdasarkan pengalaman melalui tahap mengamati–meniru–memodifikasi



Bab 1 Unsur-Unsur Seni Rupa


Unsur seni rupa adalah bagian-bagian yang membentuk sebuah karya seni.



a. Titik

Titik merupakan unsur seni rupa yang paling sederhana. Titik dapat dibuat dengan pensil, spidol, krayon, cat, atau alat lainnya.

Contoh: membuat pola titik-titik pada gambar bunga.

b. Garis

Garis adalah kumpulan titik yang memanjang. Garis dapat memiliki berbagai bentuk.

Jenis garis:

Garis lurus
Garis lengkung
Garis zigzag
Garis bergelombang
Garis putus-putus

Contoh: garis lurus untuk menggambar meja dan garis lengkung untuk menggambar awan.

c. Bidang

Bidang adalah bentuk datar yang memiliki panjang dan lebar.

Contoh: lingkaran, persegi, persegi panjang, segitiga.

Bidang dapat digabungkan menjadi sebuah gambar.

Contoh:

Lingkaran + segitiga + persegi panjang → dapat menjadi gambar rumah.

d. Bentuk

Bentuk merupakan wujud suatu benda. Bentuk dapat berupa benda dua dimensi maupun tiga dimensi.

Contoh:

Dua dimensi: gambar rumah, bunga, dan pohon.
Tiga dimensi: bola, kubus, patung, dan benda dari tanah liat.

e. Warna

Warna membuat karya seni menjadi lebih menarik dan dapat menunjukkan suasana atau perasaan.

Contoh:

Merah
Kuning
Biru
Hijau
Oranye
Ungu

Peserta didik dapat mengamati unsur-unsur tersebut pada benda-benda yang ada di lingkungan sekitar.

Bab 2 Alat dan Bahan Berkarya Seni Rupa


Dalam membuat karya seni, kita menggunakan berbagai alat dan bahan.

Alat
Pensil
Penghapus
Gunting
Kuas
Spidol
Alat potong lainnya
Bahan
Kertas
Karton
Kertas warna
Krayon
Pensil warna
Cat
Lem
Plastisin atau tanah liat

Setiap alat dan bahan memiliki fungsi yang berbeda. Alat dan bahan harus digunakan dengan tepat dan aman.

Contoh:

Pensil untuk membuat sketsa.
Gunting untuk memotong.
Lem untuk menempel.
Krayon untuk memberi warna.
Plastisin untuk membuat bentuk tiga dimensi.


Bab 3 Teknik dan Prosedur Berkarya Seni Rupa


Sebelum membuat karya, peserta didik perlu mengetahui langkah penggunaan alat dan bahan.

Langkah umum berkarya:

Menentukan ide atau tema.
Menyiapkan alat dan bahan.
Menggunakan alat dengan benar dan aman.
Mencoba alat atau bahan terlebih dahulu.
Membuat karya sesuai rencana.
Merapikan hasil karya dan tempat bekerja.
Jenis karya seni rupa

A. Karya dua dimensi

Karya yang memiliki panjang dan lebar.

Contoh:

Gambar
Lukisan
Kolase

B. Karya tiga dimensi

Karya yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi.

Contoh:

Model dari plastisin
Gerabah sederhana
Mainan atau bentuk benda dari bahan tertentu

Bab 4 Seni Rupa dan Lingkungan Sekitar


Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber ide dalam membuat karya seni.

Peserta didik dapat mengamati:

Tumbuhan
Hewan
Rumah
Sekolah
Teman
Benda-benda di sekitar
Peristiwa sehari-hari

Hasil pengamatan tersebut dapat dituangkan menjadi karya seni.

Seni sebagai ungkapan perasaan

Karya seni juga dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau pengalaman.

Contoh:

Menggambar taman yang indah karena merasa senang.
Menggambar lingkungan yang bersih sebagai bentuk kepedulian.
Membuat karya tentang pengalaman bermain bersama teman.

Dengan demikian, seni rupa tidak hanya tentang menggambar, tetapi juga dapat menjadi cara untuk menyampaikan ide, pengalaman, dan perasaan.

Bab 5 Apresiasi dan Membuat Karya Seni

A. Mengapresiasi karya teman

Apresiasi berarti menghargai karya seni yang dibuat oleh diri sendiri maupun orang lain.

Saat melihat karya teman, peserta didik dapat:

Mengamati karya dengan baik.
Menyebutkan hal yang menarik.
Memberikan pendapat dengan sopan.
Menghargai perbedaan karya.
Tidak mengejek karya teman.

Contoh kalimat:

“Saya suka warna yang digunakan karena terlihat cerah.”

B. Membuat karya berdasarkan pengalaman dan pengamatan

Peserta didik dapat membuat karya melalui tiga tahap:

Mengamati → Meniru → Memodifikasi

Mengamati

Melihat benda, lingkungan, atau karya sebagai sumber ide.

Meniru

Mencoba membuat bentuk atau teknik yang sudah diamati.

Memodifikasi

Mengembangkan karya dengan menambahkan ide sendiri.

Contohnya, setelah mengamati gambar bunga, peserta didik dapat membuat gambar bunga dengan bentuk, warna, atau susunan yang berbeda sesuai kreativitasnya.


Rangkuman Materi Matematika Kelas 3 Semester 1

BAB 1 — Bilangan Cacah sampai 1.000


1. Membaca dan Menulis Bilangan


Bilangan cacah sampai 1.000 terdiri dari:


Ratusan

Puluhan

Satuan


Contoh:


345 dibaca tiga ratus empat puluh lima

708 dibaca tujuh ratus delapan

900 dibaca sembilan ratus


2. Nilai Tempat


Contoh bilangan 572:


| Angka | Nilai Tempat | Nilai |

|    -----   |      ------------     |   ----   |

|     5     |      Ratusan     |  500 |

|     7     |      Puluhan     |   70  |

|     2     |      Satuan       |    2   |


Jadi:

572 = 500 + 70 + 2


3. Membandingkan Bilangan


Gunakan tanda:


> artinya lebih dari

< artinya kurang dari

= artinya sama dengan


Contoh:

450 > 325

218 < 281

500 =500


4. Mengurutkan Bilangan


Bilangan dapat diurutkan:

dari terkecil ke terbesar

dari terbesar ke terkecil


Contoh:

325, 215, 450, 178

Urutan terkecil → terbesar:

178, 215, 325, 450


5. Penjumlahan


Penjumlahan dapat dilakukan dengan:


- cara susun pendek

- cara susun panjang

- dengan atau tanpa menyimpan


Contoh:

48 + 26 = 74


6. Pengurangan


Pengurangan dapat dilakukan dengan cara bersusun dan mengambil jika diperlukan.


Contoh:

45 − 19 = 26


7. Perkalian


Perkalian merupakan penjumlahan berulang.


Contoh:

4 × 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12


8. Pembagian


Pembagian merupakan proses membagi suatu bilangan menjadi beberapa bagian sama banyak.


Contoh:

20 : 4 = 5



BAB 2 — Kalimat Matematika


Kalimat matematika adalah kalimat yang menggunakan angka, tanda operasi, dan tanda sama dengan (=).


1. Kalimat Matematika Penjumlahan


Contoh:

25 + 15 = 40


Dalam soal cerita:


Siti memiliki 25 pensil. Ia mendapat 15 pensil lagi.


Kalimat matematikanya:

25 + 15 = 40


2. Menentukan Bilangan yang Belum Diketahui


Contoh:


□ + 25 = 40


Maka:

□ = 15


3. Kalimat Matematika Pengurangan


Contoh:

50 − 20 = 30


Jika diketahui:


50 − □ = 30


Maka:

□ = 20


BAB 3 — Pengukuran Panjang dan Berat


A. Pengukuran Panjang


Alat yang dapat digunakan untuk mengukur panjang, misalnya:


- penggaris

- meteran


Satuan baku panjang antara lain:


- milimeter (mm)

- sentimeter (cm)

- meter (m)

- kilometer (km)


Contoh:

1 m = 100 cm


B. Hubungan Antarsatuan Panjang


Contoh:


2 m = 200 cm

300 cm = 3 m


C. Pengukuran Berat


Alat untuk mengukur berat antara lain:


- timbangan

- neraca


Satuan berat yang digunakan dalam materi:


- gram (g)

- kilogram (kg)


Contoh:

1 kg = 1.000 g


D. Hubungan Antarsatuan Berat


Contoh:


3 kg = 3.000 g

5.000 g = 5 kg





BAB 4 — Unsur-Unsur Bangun Datar


1. Sisi


Sisi adalah bagian garis yang membatasi suatu bangun datar.


Contoh:


Segitiga memiliki 3 sisi

Persegi memiliki 4 sisi

Persegi panjang memiliki 4 sisi


2. Sudut


Sudut terbentuk dari dua garis yang bertemu pada satu titik.


Jenis sudut yang dipelajari:


- sudut lancip

- sudut siku-siku

- sudut tumpul


3. Garis


Materi juga mengenalkan:


- titik

- sinar garis

- garis

- ruas garis


4. Garis Tegak Lurus


Dua garis disebut tegak lurus jika saling berpotongan membentuk sudut siku-siku.


5. Garis Sejajar


Garis sejajar adalah dua garis yang tidak berpotongan meskipun diperpanjang.




BAB 5 — Penyajian Data dalam Tabel


1. Mengurutkan Data


Data dapat diurutkan dari:


terkecil → terbesar

terbesar → terkecil


Contoh data jumlah buku:

12, 8, 15, 10


Terkecil → terbesar:

8, 10, 12, 15


2. Membandingkan Data


Data dapat dibandingkan untuk mengetahui:


- jumlah paling banyak

- jumlah paling sedikit

- data yang sama


3. Menyajikan Data dalam Tabel

Contoh:


|   Buah   |  Banyak siswa |

|     ------     |  ----- |

|    Apel    |   5   |

|   Mangga   |   8  |

| Jeruk |   6  |

| Pisang   |   4  |


Dari tabel tersebut dapat diketahui:


Buah yang paling banyak disukai adalah mangga = 8 siswa

Buah yang paling sedikit disukai adalah pisang = 4 siswa


⭐ Ringkasan Cepat untuk Siswa


| Bab | Materi Utama |

| ----- | ------------------------------------------------------------------------------------------------- |

| 1 | Bilangan cacah sampai 1.000, nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, tambah, kurang, kali, bagi |

| 2 | Kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan |

| 3| Pengukuran panjang dan berat serta hubungan antarsatuan |

| 4 | Sisi, sudut, garis, garis tegak lurus, dan garis sejajar |

| 5 | Mengurutkan, membandingkan, dan menyajikan data dalam tabel |



Rangkuman Materi Budaya dan Bahasa Banjar Kelas 3 Semester 1

Bab 1 Kisah Datu Tungkaran 


Datu Tungkaran


Takisah kakanak lalakian bangaran Abdussamad nang diranakakan di Kampung Tungkaran. Matan halus, sidin sudah dididik ulih kuitan sidin ilmu agama. Limbah itu, sidin manuntut ilmu lagi wan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Kalampaian.


Abdussamad termasuk murid nang pintar, satumat haja sidin sudah menguasai ilmu-ilmu nang dilajarkan Datu Kalampaian, Syekh Arsyad Al Banjari. Limbah Datu Kalampaian marasa ilmu nang dilajarkan sidin cukup, Abdussamad diminta manyiarkan agama Islam.


Limbah manjadi guru, Abdussamad baalih ka Tungkaran. Di situlah sidin mangabdikan diri wan masyarakat. Sidin malajariakan ilmunya wan masyarakat sakitar kada babayaran. Katinggian ilmunya terkenal sampai ka daerah-daerah lain. Marga badiam wan malajarkan ilmu di Tungkaran, masyarakat mangiyau sidin Datu Tungkaran. Ini manandaakan bahwa sidin manjadi urang nang paling dihormati di daerah Tungkaran.


Kabar katinggian ilmu Datu Tungkaran tadangar Raja Banjar. Raja Banjar maminta Datu Tungkaran datang ka istana malajariakan ilmu kabatinan nang bakaitan wan ilmu kamiliteran. Sidin manyanggupi apa nang diparintahakan raja. Sidin mambawa babarapa prajurit wan panglima kerajaan gasan dilatih di Tungkaran. Di antaranya, Haji Buyasin dan Tumenggung Sutun nang disangui ilmu kabatinan wan ilmu taguh. Kaina, waktu perang antara pihak Kerajaan Banjar wan Belanda, kawanian Haji Buyasin wan Tumenggung Sutun nang maulah takutan pihak Belanda. Sidin badua kawa mahamburakan pasukan Belanda.


Kisah Datu Tungkaran nang malajarkan ilmunya gasan masyarakat, manjadi contoh urang nang kada pamalar wan ilmu. Jadi amun kita baisi kabisaan atau ilmu, harus dilajarkan, ditularakan, atau diwarisakan wan urang lain sakira baguna wan babarakat ilmunya.


#Kamus Mini

kampung : desa

kuitan : orang tua

pamalar : pelit

sakira : agar

taguh : kebal


Bab 2 Paribasa Banjar


Ayo Membaca


Baca teks di bawah ini.


Paribasa Banjar


Paribasa Banjar adalah sakalompok kata atau kalimat babahasa Banjar nang bamaksud tertentu dalam kalimat ringkas. Paribasa biasa dipakai dalam pamandiran sehari-hari. Tujuannya gasan pambandingakan, mambari nasihat atau manyindir kalakuan manusia. Paribasa Banjar ini manggambarkan pasan moral wan kearifan lokal masyarakat Banjar.


1. Paribasa Banjar nang mangandung nasihat atau papadah


Paribasa ini baisi patunjuk, wan arahan gasan manjalani kahidupan.


a. Apik-apik kalu tabarusuk.

Artinya bahati-hati dalam manjalani hidup sakira kada tasalah langkah.


b. Banganga dahulu hanyar baucap.

Artinya sabaluman bapandir dipikirakan dahulu baik buruknya.


c. Dimamah dahulu hanyar ditaguk.

Artinya jangan langsung percaya lawan pandiran urang. Sabaiknya dipikirakan dahulu bujur kadanya.


d. Banyak muntung kaina bagawi kada manuntung.

Artinya jangan banyak bapandir kaina gawian kada ada nang tuntung.


e. Asal mambawa nang bujur wan banar musti salamat.

Artinya amun jujur, kamana haja kita pasti salamat.


2. Paribasa Banjar mangandung sindiran


Paribahasa ini baisi kritikan atau sindiran gasan urang nang kalakuannya kada baik.


a. Ganal suap pada muntung

Artinya urang nang banyak baisi kahandak pada kemampuan.


b. Kada titik banyu diganggam

Artinya urang nang pamalar, kada hakun babarian.


c. Manuliling warik tagapit.

Artinya manulungi urang nang kada tahu balas budi.


d. Ngaliแธฅ mambuang batu di palatar, ngalih mambuang laku amun sudah dasar.

Artinya urang nang ngalih mambuang kalakuannya marga sudah manjadi kabiasaan.


e. Kada masuk banyu.

Artinya urang nang kada kawa dibari nasihat.


3. Paribasa Banjar mangandung pujian


Paribasa ini baisi ungkapan kakaguman lawan urang/banda, pujian lawan urang nang bakalakuan baik atau urang nang bungas.


a. Halus-halus lumbuk parawit.

Artinya urang nang kalihatannya halus tapi harat, baisi kukuatan, kaahlian atau kawanian nang ganal.


b. Kada barat tanganan.

Artinya urang nang rajin bagawian wan katuju manulungi urang.


c. Lantainya kawa dicaramini.

Artinya urang nang rajin marawat rumahnya, lantai wan pakakas kalihatan barasih wan mangkilat.


d. Muhanya nangkaya hintalu dibasuh.

Artinya muha binian nang licin wan putih barasih.


e. Rambutnya maikal mayang.

Artinya rambut urang nang ikal wan panjang.


4. Paribasa Banjar nang mangandung paumpamaan


Paribasa ini baisi kumpulan kata atau kalimat nang manyamaakan atau mambandingakan. Biasanya manggunakan kata nangkaya atau saumpama.


a. Nangkaya cacing panggal.

Artinya urang nang kada mau baranai, bagarak kasana.


b. Nangkaya kataran hayam.

Artinya kadaadaan rumah atau tempat nang barang-barangnya tahambur atau kada barasih.



Bab 3 Alat-Alat Parangkap Iwak


Ayo Membaca


Masyarakat Banjar mulai bahari sudah menggunakan macam-macam alat parangkap iwak. Bentuk wan ukurannya manyesuaikan tempat mamasangnya wan iwak nang handak didapat.


Parangkap iwak dipakai gasan manjabak atau manangkap iwak. Alat ini diulah sakira iwak nang sudah takana jabak kawa lapas atau kaluar. Parangkap ini biasa dipasang di sungai atau di daerah nang banyak banyu, contohnya kaya di pahumaan atau di sekitaran sungai.


Ada babarapa parangkap iwak nang masih dipakai masyarakat Banjar sampai wahini, nangkaya banjur, tangguk, lalangit, hancau wan sarakap.


1. Banjur


Banjur adalah alat gasan mandapatakan iwak nang mirip lawan unjun. Banjur ini mamakai tali nilon, kawat unjun wan umpan jua, tapi kada mamakai tantaran panjang. Gasan mangait tali nilonnya mamakai tatakan paring atau bahan lain nang timbul. Ukuran panjangnya sakitaran sameter tiap banjurnya.


Banjur nang sudah dikaiti umpan dipasang di pahumaan nang babanyu, lalu ditinggalkan. Limbah babarapa jam, banjur diangkat gasan mangatahui umpannya dimakan iwak atau kada. Samakin banyak banjur nang dipasang maka samakin banyak iwak nang didapat.


Mambanjur kawa jua mamakai unjun biasa. Tantarannya diandak di atas rumput atau ditajak di tanah. Umpan wan talinya dibiarkan tarandam dalam banyu sampai ada iwak nang mamatut umpanannya.


2. Tangguk


Tangguk diulah matan bilah paring nang diraut tipis. Supaya bentuknya kada baubah wan kuat, bilah paring tadi diayam wan paikat. Tangguk halus dipakai gasan mananggguk iwak undang, sapat wan papuyu.


Cara manggunakannya, pamakai tangguk batajun ka pahumaan atau pinggir sungai nang handak ditangguki iwaknya. Ingkuti kadua hujungnya, masukakan ka dalam banyu. Lalu narik tangguknya ka arah awak kita sambil diangkat. Ambil iwak nang takumpul di tangah, buat ka wadah.


3. Sarakap


Sarakap diulah matan paring wan paikat. Sarakap digunaakan gasan manangkap iwak nang taganal nangkaya iwak sapat, papuyu wan haruan. Sarakap biasa dipasang di pahumaan.


Cara manggunakannya, sarakap dibawa bajukung ka pahumaan atau pinggir sungai. Pukulakan banyu wan sabilah paring panjang. Iwak nang takajut biasanya hancap basuhut ka bawah lumpur. Iwak nang bahinak di lumpur manimbulakan galambung-galambung ka atas banyu. Di situlah sarakap dipasang. Lalu masukakan tangan ka dalam sarakap gasan manangkap iwak tadi.


4. Lukah


Lukah adalah parangkap iwak nang diulah matan bilah paring nang diayam lawan paikat. Lukah ada babarapa macam. Bentuk, ukurannya wan ngaran nya kada sama, tagal cara manjabak iwaknya mirip-mirip haja. Nang malainakan lokasi, cara mamasangnya wan jenis iwak nang handak ditangkap.


Lukah ini bentuknya mirip rudal. Hujung lukah diulah babalus wan di bari panutup. Panutupnya kawa dipacul gasan jalan maambil iwak nang masuk ka dalam lukah. Dihujung lainnya dibari samacam karucut supaya iwak kada kawa babalik kaluar amun sudah tamasuk.


Lukah ukuran halus, biasanya dipasang di pahumaan. Caranya di parak lukah dituyuki rumput-rumput diulah samacam dinding. Iwak nang tading rumput tadi kaina maju muhara lukah nang tabuka. Limbah babarapa jam, lukah diangkat gasan mamariksa iwak nang masuk.


5. Lalangit


Lalangit adalah parangkap iwak nang diulah matan tali nilon, nang baukurang sakitar 50 × 50 cm. Kadua pinggirnya dibari kayu halus gasan palampung. Kayu ini baguna jua gasan ingkutan wayah mamasang atau maangangkat lalangitnya. Cara manggunakannya, pahumaan dibarasihi rumputnya sakira muat maandak lalangit. Pasang lalangitnya di atas pamukaan banyu, lalu dihamburi dadak di atasnya. Wayah iwak dibawahnya handak bahinak maambil udara ka atas, maka wayah itulah iwak tajabak di lalangit.


6. Hancau


Hancau adalah alat parangkap iwak nang mirip lawan lalangit. Ukurannya lebih ganal sakitar 2 × 2 meter. Diulah matan tali nilon. Kaampat buncunya dibari palang bilah paring nang basilang. Palang paring disambungkan wan sabatang paring panjang gasan maangkat hancaunya.


Amun lalangit dipasang di paatasan banyu, hancau dipasang di pambawahan banyu. Caranya, jalan gasan mamasang hancau dibarasihi. Imbhtu randam hancaunya sampai tingalam. Diamakan satumat sampai kalihatan banyak iwak nang timbul handak bahinak. Angkat bahanัap sakira samuaan iwak tadi tabuat ka dalam hancau.



#Kamus Mini

banyu : air 

bilah : belahan 

buncu : sisi 

dadak : dedak padi 

ganal : besar 

gasan : untuk 

halus : kecil 

hinak : napas 

hancap : cepat 

haruan : gabus 

ikat : pegang 

iwak : ikan 

jabak : jebak 

kawa : bisa 

muhara : muara 

parangkap : perangkap 

pahumaan : sawah 

timbul : mengapung 

tuyuk : tumpuk 

suhuk : sembunyi 

unjun : pancing 


Rangkuman Materi Pancasila Kelas 3 Semester 1

Bab 1 Aku Bangga Menjadi Diriku

1. Identitas Diri

Identitas diri adalah ciri-ciri yang menunjukkan siapa diri kita.

Contoh identitas diri:

  • Nama lengkap
  • Nama panggilan
  • Tempat dan tanggal lahir
  • Jenis kelamin
  • Umur
  • Alamat tempat tinggal
  • Hobi
  • Cita-cita
  • Bahasa yang digunakan

Setiap anak memiliki identitas yang berbeda. Perbedaan tersebut harus kita hargai dan hormati.

Contoh:
Ani suka menggambar, sedangkan Budi suka bermain sepak bola. Walaupun memiliki hobi yang berbeda, mereka tetap dapat berteman dengan baik.

2. Identitas Keluarga

Keluarga adalah orang-orang yang hidup bersama dan saling menyayangi serta membantu.

Anggota keluarga dapat terdiri atas:

  • Ayah
  • Ibu
  • Kakak
  • Adik
  • Kakek
  • Nenek
  • Anggota keluarga lainnya

Setiap keluarga memiliki kebiasaan dan keadaan yang berbeda. Ada keluarga yang memiliki banyak anggota, ada pula yang hanya terdiri dari beberapa orang.

Contoh perbedaan dalam keluarga:

  • Pekerjaan orang tua berbeda.
  • Hobi anggota keluarga berbeda.
  • Makanan kesukaan berbeda.
  • Kebiasaan di rumah berbeda.

Walaupun memiliki perbedaan, anggota keluarga harus saling menghormati, menyayangi, membantu, dan bekerja sama.

3. Identitas Lingkungan

Kita hidup di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Lingkungan tempat tinggal kita dapat memiliki berbagai perbedaan, seperti:

  • Suku
  • Bahasa
  • Budaya
  • Kebiasaan
  • Pekerjaan
  • Agama dan kepercayaan

Perbedaan tersebut merupakan bagian dari keberagaman Indonesia.

Di lingkungan sekolah, kita dapat bertemu teman yang memiliki asal daerah, hobi, bahasa, dan kebiasaan yang berbeda.

4. Indonesia adalah Negara yang Beragam

Indonesia memiliki masyarakat yang sangat beragam.

Keberagaman Indonesia dapat dilihat dari:
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Suku bangsa
Contohnya suku Banjar, Jawa, Dayak, Bugis, Batak, dan lain-lain.

๐Ÿ—ฃ️ Bahasa daerah
Setiap daerah memiliki bahasa yang berbeda.

๐ŸŽญ Budaya dan adat istiadat
Setiap daerah memiliki pakaian adat, rumah adat, tarian, lagu, dan tradisi yang berbeda.

๐Ÿš Makanan daerah
Indonesia memiliki banyak makanan khas dari berbagai daerah.

Perbedaan bukan alasan untuk saling mengejek atau bermusuhan. Keberagaman merupakan kekayaan bangsa Indonesia.

5. Sikap Menghargai Keberagaman

Sebagai anak Indonesia, kita harus belajar hidup rukun dalam keberagaman.

Contoh sikap yang dapat dilakukan:

  • Menghargai teman yang berbeda.
  • Tidak mengejek suku atau bahasa daerah teman.
  • Mau berteman dengan siapa saja.
  • Mendengarkan pendapat orang lain.
  • Saling membantu.
  • Bekerja sama tanpa membeda-bedakan.
  • Menghormati kebiasaan orang lain.
  • Menjaga kerukunan di rumah, sekolah, dan masyarakat.


Bab 2 Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila

Setiap sila Pancasila memiliki bunyi dan makna yang berbeda. Namun, setiap sila tetap merupakan satu kesatuan yang utuh. 

1. Makna Sila Pertama Pancasila

Sila Pertama Pancasila berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Sila ini mengandung nilai Ketuhanan. Bangsa Indonesia percaya kepada Tuhan yang Maha Esa. Kepercayaan ini ditunjukkan dengan diakuinya agama dan kepercayaan di negara ini.

Ada enam agama resmi yang diakui di Indonesia yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Setiap agama memiliki kitab suci dan tempat ibadahnya masing-masing. 

Nilai-nilai pada sila pertama Pancasila

- percaya dan taat kepada Tuhan serta tidak menganut faham anti-ketuhanan.

- bebas menganut agama dan beribadah sesuai agama dan kepercayaan yang diyakini.

- saling menghormati antarumat beragama dan tidak memaksakan agama kepada orang lain.

Agama dan kepercayaan menunjukkan hubungan antara manusia dengan Tuhan. Oleh karena itu, setiap orang bebas menganut agama dan kepercayaan sesuai dengan keyakinannya.

Kita harus saling menghormati perbedaan agama. Sikap itu disebut toleran. Perbedaan agama tidak boleh menjadi penghalang dalam berteman. Dengan begitu, hidup menjadi rukun dan damai. 

2. Makna Sila Kedua Pancasila

Sila kedua Pancasila berbunyi "Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab". Sila ini mengandung nilai kemanusiaan. Artinya setiap manusia memiliki kedudukan yang sama. Oleh karena itu, setiap orang harus diperlakukan secara adil dan beradab. Adil artinya tidak memihak,sedangkan beradab artinya sopan dan santun.

Sila kedua Pancasila mengajarkan kita untuk selalu menghormati orang lain. Kita juga harus tolong menolong dengan orang lain. Hindarilah sikap suka mengejek orang lain.

Nilai-nilai pada sila kedua Pancasila

- menghormati dan menghargai orang lain

- gemar melakukan kegiatan kemanusiaan

- berani membela kebenaran dan keadilan

3. Makna Sila Ketiga Pancasila

Sila Ketiga Pancasila berbunyi "Persatuan Indonesia". Bangsa Indonesia memiliki suku bangsa, budaya, dan agama yang beragam. Oleh karena itu, kita harus bersatu. Caranya dengan saling menghormati dan menghargai.

Sikap bersatu sangat diperlukan untuk menciptakan persatuan bangsa. Persatuan bangsa membuat Indonesia menjadi negara yang kuat. Semangat persatuan dalam keragaman sesuai dengan nilai-nilai dalam sila ketiga Pancasila yaitu persatuan.

4. Makna Sila Keempat Pancasila

Sila keempat Pancasila berbunyi "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan". Agar kepentingan rakyat terpenuhi, bangsa Indonesia gemar melakukan musyawarah saat membuat keputusan.

Musyawarah adalah kegiatan berkumpul untuk menyelesaikan masalah bersama. Masalah bersama adalah masalah yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak. Sebagai contoh musyawarah untuk memilih tempat liburan keluarga,membuat jadwal ronda malam,atau menyiapkan peringatan hari kemerdekaan di sekolah.

Musyawarah dapat dilakukan di berbagai tempat. Misalnya, di rumah, di kelas, atau di balai desa. Musyawarah juga dilakukan oleh pemerintah untuk membuat peraturan atau undang-undang negara.

5. Makna Sila Kelima Pancasila

Sila kelima Pancasila berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Sila ini mengandung nilai keadilan. Artinya, semua warga negara harus merasakan kemakmuran secara adil dan merata.

Keadilan sosial dicapai melalui pembangunan nasional yang dilakukan oleh pemerintah. Pembangunan nasional adalah kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah di seluruh wilayah Indonesia.

Penerapan Pancasila di Lingkungan Rumah

Sila ke-1

  • Rajin berdoa dan beribadah.

  • Menghargai anggota keluarga yang sedang beribadah.

  • Menghargai jika dalam keluarga besar ada yang berbeda agama.

Sila ke-2

  • Membantu anggota keluarga yang perlu pertolongan.

  • Menghibur anggota keluarga yang sedang bersedih.

  • Mengajak anggota keluarga untuk meningkatkan kepedulian sosial.

Sila ke-3

  • Menghargai perbedaan dengan anggota keluarga.

  • Mengajak anggota keluarga membeli produk dalam negeri.

  • Mengajak anggota keluarga menonton pertunjukan daerah.

Sila ke-4

  • Bermusyawarah dengan anggota keluarga saat ingin memutuskan sesuatu.

  • Menyampaikan pendapat dalam diskusi keluarga dengan santun.

  • Menerima hasil musyawarah keluarga dengan lapang dada.

Sila ke-5

  • Rajin menabung.

  • Tidak membeli barang secara berlebihan.

  • Mengulang pelajaran di rumah.

  • Bersikap adil kepada seluruh anggota keluarga.

Penerapan Pancasila di Lingkungan Sekolah

Sila ke-1

  • Berdoa sebelum memulai pelajaran.

  • Beribadah bersama teman seagama meskipun berbeda kelas dengan kita.

  • Menghargai semua teman di sekolah meskipun berbeda agama.

Sila ke-2

  • Membantu teman yang meminta bantuan tentang pelajaran kepada kita.

  • Membantu jika ada teman yang tertimpa musibah meskipun berbeda kelas.

  • Menolong jika ada teman yang diperlakukan tidak adil oleh teman lain.

Sila ke-3

  • Menghargai teman yang berbeda suku, bahasa, dan budaya dengan kita.

  • Mau menggunakan pakaian adat dari daerah mana pun saat pawai budaya di sekolah.

Sila ke-4

  • Bermusyawarah dengan teman-teman di sekolah saat akan mengerjakan tugas atau mengadakan acara sekolah.

  • Menyampaikan pendapat dalam musyawarah di sekolah dengan santun.

  • Menerima hasil musyawarah kelas dengan lapang dada.

Sila ke-5

  • Bersikap adil kepada semua teman.

  • Memuji teman yang berprestasi di sekolah.

  • Tidak jajan berlebihan di sekolah.

  • Belajar dengan semangat agar meraih prestasi di sekolah.

Penerapan Pancasila di Lingkungan Masyarakat

Sila ke-1

  • Beribadah bersama warga yang seagama di sekitar rumah.

  • Merayakan hari raya keagamaan bersama tetangga yang seagama.

  • Menghargai tetangga yang berbeda agama dan memberi mereka kesempatan untuk beribadah dan merayakan hari rayanya.

Sila ke-2

  • Membantu tetangga yang memerlukan bantuan kita.

  • Menyapa dan mengucapkan permisi saat bertemu dengan tetangga.

  • Mengumpulkan sumbangan saat ada tetangga yang tertimpa musibah.

Sila ke-3

  • Menghargai tetangga yang berbeda suku, bahasa, dan budaya.

  • Membeli barang buatan warga sekitar dibanding barang dari luar negeri.

  • Merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia bersama tetangga.

Sila ke-4

  • Bermusyawarah saat menentukan permainan saat bermain dengan teman di sekitar rumah.

  • Menyampaikan pendapat dalam musyawarah dengan santun.

  • Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

Sila ke-5

  • Bersikap adil kepada semua tetangga.

  • Ikut serta dalam kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar.

  • Memuji teman di lingkungan sekitar yang berprestasi. 


Teladan Perumus Pancasila

Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, budaya, adat istiadat, bahasa, agama yang diakui dan kepercayaan yang dilindungi negara. Di samping itu bangsa Indonesia juga memiliki keragaman sosial. Keragaman ini  merupakan sumber kekuatan dan kebanggaan bangsa Indonesia yang saling melengkapi dan menjadikan bangsa Indonesia kuat dan bersatu.

Bersatunya bangsa Indonesia merupakan perjuangan para pahlawan yang berjuang menyatukan bangsa Indonesia untuk bersatu dan merdeka. Kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945 menjadi momen penting kebangkitan bangsa Indonesia untuk lepas dari penjajahan menjadi bangsa yang besar dan merdeka.

Mengapa setiap 1 Juni diperingati hari Kelahiran Pancasila?
Mengapa para perumus Pancasila dapat berhasil merumuskan Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai pandangan hidup Bangsa Indonesia?

Karakter Perumus Pancasila

Para tokoh yang menjadi perumus Pancasila terdiri dari 9 orang (biasa disebut Panitia Sembilan). Dua diantaranya adalah Soekarnodan Mohammad Hatta.

a. Soekarno

Soekarno adalah presiden pertama Republik Indonesia. Lahir di Surabaya, pada tanggal 6 Juni 1901. Soekarno merupakan tokoh yang menggali Pancasila sebagai dasar negara bagi bangsa Indonesia. Soekarno telah berjuang sejak masa penjajahan Belanda. Beliau dikenal sebagai sosok pemimpin yang berani dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

b. Mohammad Hatta

Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi Sumatera barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Mohammad Hatta merupakan wakil presiden pertama Republik Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok idealis yang menghabiskan masa mudanya untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mohammad Hatta juga seorang ahli ekonomi dan menjadi Bapak Koperasi Indonesia.