Rangkuman Materi Seni Rupa Kelas 3 Semester 1

Menggunakan unsur rupa untuk membuat karya seni dua dimensi sederhana.


1. Apa Itu Karya Seni Dua Dimensi?


Karya seni dua dimensi adalah karya seni yang memiliki dua ukuran, yaitu:


Panjang

Lebar


Karya dua dimensi tidak memiliki ketebalan atau volume yang nyata.


Contoh:

๐Ÿ–ผ️ Gambar

๐ŸŽจ Lukisan

๐Ÿ“ฐ Poster

✏️ Ilustrasi

๐Ÿ–️ Gambar dekoratif

๐Ÿ“„ Kolase


2. Unsur-Unsur Rupa


Untuk membuat karya seni, kita menggunakan berbagai unsur rupa.


a. Titik


Titik adalah unsur rupa yang paling sederhana.


Contoh:


* Titik-titik untuk membuat pola.

* Titik dapat dibuat kecil atau besar.

* Banyak titik dapat membentuk gambar atau tekstur.


Contoh:


b. Garis


Garis adalah kumpulan titik yang memanjang.


Jenis garis antara lain:


* Garis lurus ─────

* Garis lengkung 〰️

* Garis zigzag ///\

* Garis bergelombang ~~~~~

* Garis putus-putus - - - -


Garis dapat digunakan untuk membuat bentuk, pola, dan gambar.


c. Bidang


Bidang adalah bagian permukaan yang memiliki panjang dan lebar.


Contoh bidang:


* Lingkaran

* Segitiga

* Persegi

* Persegi panjang


Bidang dapat digabungkan menjadi sebuah gambar.


Contoh:

Lingkaran + segitiga + persegi panjang → dapat menjadi gambar rumah.


d. Bentuk


Bentuk adalah wujud suatu benda.


Dalam gambar sederhana, kita dapat membuat bentuk:


* Manusia

* Hewan

* Tumbuhan

* Rumah

* Benda di sekitar


Bentuk dapat dibuat dari gabungan beberapa garis dan bidang.


e. Warna


Warna membuat karya menjadi lebih menarik dan hidup.


Contoh:

๐Ÿ”ด Merah

๐ŸŸก Kuning

๐Ÿ”ต Biru

๐ŸŸข Hijau

๐ŸŸ  Jingga

๐ŸŸฃ Ungu


Warna dapat digunakan untuk menunjukkan keindahan, suasana, atau perbedaan bagian gambar.


f. Tekstur


Tekstur adalah kesan permukaan suatu benda.


Contohnya:


* Halus

* Kasar

* Licin

* Berbulu

* Bergelombang


Dalam karya dua dimensi, tekstur dapat digambarkan atau dibuat dengan teknik tertentu.


g. Ruang


Ruang dalam karya dua dimensi adalah kesan dekat dan jauh pada gambar.


Contohnya:


* Objek yang dekat digambar lebih besar.

* Objek yang jauh digambar lebih kecil.


Dengan demikian, gambar terlihat lebih nyata.


3. Menggabungkan Unsur Rupa


Unsur-unsur rupa dapat digabungkan untuk membuat karya seni.


Contoh membuat gambar taman:


๐ŸŒณ Garis → batang dan ranting

๐ŸŒธ Bidang/bentuk → bunga dan daun

๐ŸŸข Warna → memberi warna pada pohon dan rumput

☁️ Bentuk → awan

๐Ÿ“ Ruang → menunjukkan objek yang dekat dan jauh


Jadi, sebuah karya seni tidak hanya menggunakan satu unsur rupa, tetapi dapat menggunakan beberapa unsur sekaligus.


4. Teknik Membuat Karya Dua Dimensi


Siswa kelas 3 dapat menggunakan beberapa teknik sederhana.


✏️ Menggambar


Membuat gambar menggunakan pensil, pensil warna, krayon, atau spidol.


๐Ÿ–️ Mewarnai


Memberikan warna pada gambar agar lebih menarik.


✂️ Kolase


Membuat gambar dengan cara menempelkan berbagai bahan pada bidang gambar.


Contoh bahan:


* Kertas warna

* Daun kering

* Koran

* Majalah

* Potongan kertas


๐Ÿ–Œ️ Melukis


Membuat karya menggunakan cat dan alat lukis.


 ๐Ÿ”ต Membuat Pola


Mengulang unsur rupa seperti titik, garis, bentuk, atau warna sehingga membentuk pola.


Contoh:


๐Ÿ”ด ๐ŸŸก ๐Ÿ”ด ๐ŸŸก ๐Ÿ”ด ๐ŸŸก


5. Langkah-Langkah Membuat Karya Seni Dua Dimensi

1. Menentukan ide

Pilih tema yang akan dibuat.


Contoh: Taman Sekolah


2. Menyiapkan alat dan bahan

Pensil, penghapus, kertas gambar, krayon atau pensil warna.


3. Membuat sketsa

Gambarlah bentuk utama menggunakan pensil.


4. Menambahkan unsur rupa

Tambahkan garis, bidang, bentuk, warna, dan tekstur.


5. Mewarnai atau menghias

Gunakan warna yang sesuai dan menarik.


6. Merapikan karya

Pastikan gambar bersih dan tidak banyak bagian yang terhapus atau terkena coretan.


7. Menceritakan karya

Siswa dapat menjelaskan:


* Apa yang digambar?

* Unsur rupa apa yang digunakan?

* Warna apa yang digunakan?

* Apa yang ingin disampaikan melalui karya?


6. Contoh Karya Sederhana


 ๐ŸŽจ Tema: Lingkungan Sekolah


Siswa dapat menggambar:


* ๐Ÿซ Gedung sekolah

* ๐ŸŒณ Pohon

* ๐ŸŒท Bunga

* ☁️ Awan

* ☀️ Matahari

* ๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ฆ Teman-teman

* ๐Ÿชด Tanaman


Kemudian siswa menggunakan garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan ruang untuk melengkapi gambar.


7. Prinsip Sederhana dalam Membuat Karya


Agar karya terlihat baik, siswa dapat memperhatikan:


* Kesatuan

Semua bagian gambar saling berhubungan.


* Keseimbangan

Objek gambar tidak hanya berkumpul di satu sisi.


* Keselarasan

Warna dan bentuk terlihat cocok.


* Kerapian

Karya dibuat dengan bersih dan hati-hati.


* Kreativitas

Siswa bebas mengembangkan ide dan membuat karya dengan caranya sendiri.


8. Hal yang Perlu Diingat


⭐ Titik dapat membentuk garis.

⭐ Garis dapat membentuk bidang dan bentuk.

⭐ Warna membuat karya lebih menarik.

⭐ Tekstur memberikan kesan permukaan.

⭐ Ruang memberikan kesan dekat dan jauh.

⭐Semua unsur rupa dapat digabungkan untuk menghasilkan karya seni dua dimensi.


Rangkuman Materi Matematika Kelas 3 Semester 1

BAB 1 — Bilangan Cacah sampai 1.000


1. Membaca dan Menulis Bilangan


Bilangan cacah sampai 1.000 terdiri dari:


Ratusan

Puluhan

Satuan


Contoh:


345 dibaca tiga ratus empat puluh lima

708 dibaca tujuh ratus delapan

900 dibaca sembilan ratus


2. Nilai Tempat


Contoh bilangan 572:


| Angka | Nilai Tempat | Nilai |

|    -----   |      ------------     |   ----   |

|     5     |      Ratusan     |  500 |

|     7     |      Puluhan     |   70  |

|     2     |      Satuan       |    2   |


Jadi:

572 = 500 + 70 + 2


3. Membandingkan Bilangan


Gunakan tanda:


> artinya lebih dari

< artinya kurang dari

= artinya sama dengan


Contoh:

450 > 325

218 < 281

500 =500


4. Mengurutkan Bilangan


Bilangan dapat diurutkan:

dari terkecil ke terbesar

dari terbesar ke terkecil


Contoh:

325, 215, 450, 178

Urutan terkecil → terbesar:

178, 215, 325, 450


5. Penjumlahan


Penjumlahan dapat dilakukan dengan:


- cara susun pendek

- cara susun panjang

- dengan atau tanpa menyimpan


Contoh:

48 + 26 = 74


6. Pengurangan


Pengurangan dapat dilakukan dengan cara bersusun dan mengambil jika diperlukan.


Contoh:

45 − 19 = 26


7. Perkalian


Perkalian merupakan penjumlahan berulang.


Contoh:

4 × 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12


8. Pembagian


Pembagian merupakan proses membagi suatu bilangan menjadi beberapa bagian sama banyak.


Contoh:

20 : 4 = 5



BAB 2 — Kalimat Matematika


Kalimat matematika adalah kalimat yang menggunakan angka, tanda operasi, dan tanda sama dengan (=).


1. Kalimat Matematika Penjumlahan


Contoh:

25 + 15 = 40


Dalam soal cerita:


Siti memiliki 25 pensil. Ia mendapat 15 pensil lagi.


Kalimat matematikanya:

25 + 15 = 40


2. Menentukan Bilangan yang Belum Diketahui


Contoh:


□ + 25 = 40


Maka:

□ = 15


3. Kalimat Matematika Pengurangan


Contoh:

50 − 20 = 30


Jika diketahui:


50 − □ = 30


Maka:

□ = 20


BAB 3 — Pengukuran Panjang dan Berat


A. Pengukuran Panjang


Alat yang dapat digunakan untuk mengukur panjang, misalnya:


- penggaris

- meteran


Satuan baku panjang antara lain:


- milimeter (mm)

- sentimeter (cm)

- meter (m)

- kilometer (km)


Contoh:

1 m = 100 cm


B. Hubungan Antarsatuan Panjang


Contoh:


2 m = 200 cm

300 cm = 3 m


C. Pengukuran Berat


Alat untuk mengukur berat antara lain:


- timbangan

- neraca


Satuan berat yang digunakan dalam materi:


- gram (g)

- kilogram (kg)


Contoh:

1 kg = 1.000 g


D. Hubungan Antarsatuan Berat


Contoh:


3 kg = 3.000 g

5.000 g = 5 kg





BAB 4 — Unsur-Unsur Bangun Datar


1. Sisi


Sisi adalah bagian garis yang membatasi suatu bangun datar.


Contoh:


Segitiga memiliki 3 sisi

Persegi memiliki 4 sisi

Persegi panjang memiliki 4 sisi


2. Sudut


Sudut terbentuk dari dua garis yang bertemu pada satu titik.


Jenis sudut yang dipelajari:


- sudut lancip

- sudut siku-siku

- sudut tumpul


3. Garis


Materi juga mengenalkan:


- titik

- sinar garis

- garis

- ruas garis


4. Garis Tegak Lurus


Dua garis disebut tegak lurus jika saling berpotongan membentuk sudut siku-siku.


5. Garis Sejajar


Garis sejajar adalah dua garis yang tidak berpotongan meskipun diperpanjang.




BAB 5 — Penyajian Data dalam Tabel


1. Mengurutkan Data


Data dapat diurutkan dari:


terkecil → terbesar

terbesar → terkecil


Contoh data jumlah buku:

12, 8, 15, 10


Terkecil → terbesar:

8, 10, 12, 15


2. Membandingkan Data


Data dapat dibandingkan untuk mengetahui:


- jumlah paling banyak

- jumlah paling sedikit

- data yang sama


3. Menyajikan Data dalam Tabel


Contoh:


|   Buah   |  Banyak siswa |

|     ------     |  ----- |

|    Apel    |   5   |

|   Jeruk   |    6  |

| Mangga |   8  |

| Pisang   |   4  |


Dari tabel tersebut dapat diketahui:


Buah yang paling banyak disukai adalah mangga = 8 siswa

Buah yang paling sedikit disukai adalah pisang = 4 siswa


⭐ Ringkasan Cepat untuk Siswa


| Bab | Materi Utama |

| ----- | ------------------------------------------------------------------------------------------------- |

| 1 | Bilangan cacah sampai 1.000, nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, tambah, kurang, kali, bagi |

| 2 | Kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan |

| 3| Pengukuran panjang dan berat serta hubungan antarsatuan |

| 4 | Sisi, sudut, garis, garis tegak lurus, dan garis sejajar |

| 5 | Mengurutkan, membandingkan, dan menyajikan data dalam tabel |



Rangkuman Materi Budaya dan Bahasa Banjar Kelas 3 Semester 1

Bab 1 Kisah Datu Tungkaran 


Datu Tungkaran


Takisah kakanak lalakian bangaran Abdussamad nang diranakakan di Kampung Tungkaran. Matan halus, sidin sudah dididik ulih kuitan sidin ilmu agama. Limbah itu, sidin manuntut ilmu lagi wan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Kalampaian.


Abdussamad termasuk murid nang pintar, satumat haja sidin sudah menguasai ilmu-ilmu nang dilajarkan Datu Kalampaian, Syekh Arsyad Al Banjari. Limbah Datu Kalampaian marasa ilmu nang dilajarkan sidin cukup, Abdussamad diminta manyiarkan agama Islam.


Limbah manjadi guru, Abdussamad baalih ka Tungkaran. Di situlah sidin mangabdikan diri wan masyarakat. Sidin malajariakan ilmunya wan masyarakat sakitar kada babayaran. Katinggian ilmunya terkenal sampai ka daerah-daerah lain. Marga badiam wan malajarkan ilmu di Tungkaran, masyarakat mangiyau sidin Datu Tungkaran. Ini manandaakan bahwa sidin manjadi urang nang paling dihormati di daerah Tungkaran.


Kabar katinggian ilmu Datu Tungkaran tadangar Raja Banjar. Raja Banjar maminta Datu Tungkaran datang ka istana malajariakan ilmu kabatinan nang bakaitan wan ilmu kamiliteran. Sidin manyanggupi apa nang diparintahakan raja. Sidin mambawa babarapa prajurit wan panglima kerajaan gasan dilatih di Tungkaran. Di antaranya, Haji Buyasin dan Tumenggung Sutun nang disangui ilmu kabatinan wan ilmu taguh. Kaina, waktu perang antara pihak Kerajaan Banjar wan Belanda, kawanian Haji Buyasin wan Tumenggung Sutun nang maulah takutan pihak Belanda. Sidin badua kawa mahamburakan pasukan Belanda.


Kisah Datu Tungkaran nang malajarkan ilmunya gasan masyarakat, manjadi contoh urang nang kada pamalar wan ilmu. Jadi amun kita baisi kabisaan atau ilmu, harus dilajarkan, ditularakan, atau diwarisakan wan urang lain sakira baguna wan babarakat ilmunya.


#Kamus Mini

kampung : desa

kuitan : orang tua

pamalar : pelit

sakira : agar

taguh : kebal


Bab 2 Paribasa Banjar


Ayo Membaca


Baca teks di bawah ini.


Paribasa Banjar


Paribasa Banjar adalah sakalompok kata atau kalimat babahasa Banjar nang bamaksud tertentu dalam kalimat ringkas. Paribasa biasa dipakai dalam pamandiran sehari-hari. Tujuannya gasan pambandingakan, mambari nasihat atau manyindir kalakuan manusia. Paribasa Banjar ini manggambarkan pasan moral wan kearifan lokal masyarakat Banjar.


1. Paribasa Banjar nang mangandung nasihat atau papadah


Paribasa ini baisi patunjuk, wan arahan gasan manjalani kahidupan.


a. Apik-apik kalu tabarusuk.

Artinya bahati-hati dalam manjalani hidup sakira kada tasalah langkah.


b. Banganga dahulu hanyar baucap.

Artinya sabaluman bapandir dipikirakan dahulu baik buruknya.


c. Dimamah dahulu hanyar ditaguk.

Artinya jangan langsung percaya lawan pandiran urang. Sabaiknya dipikirakan dahulu bujur kadanya.


d. Banyak muntung kaina bagawi kada manuntung.

Artinya jangan banyak bapandir kaina gawian kada ada nang tuntung.


e. Asal mambawa nang bujur wan banar musti salamat.

Artinya amun jujur, kamana haja kita pasti salamat.


2. Paribasa Banjar mangandung sindiran


Paribahasa ini baisi kritikan atau sindiran gasan urang nang kalakuannya kada baik.


a. Ganal suap pada muntung

Artinya urang nang banyak baisi kahandak pada kemampuan.


b. Kada titik banyu diganggam

Artinya urang nang pamalar, kada hakun babarian.


c. Manuliling warik tagapit.

Artinya manulungi urang nang kada tahu balas budi.


d. Ngaliแธฅ mambuang batu di palatar, ngalih mambuang laku amun sudah dasar.

Artinya urang nang ngalih mambuang kalakuannya marga sudah manjadi kabiasaan.


e. Kada masuk banyu.

Artinya urang nang kada kawa dibari nasihat.


3. Paribasa Banjar mangandung pujian


Paribasa ini baisi ungkapan kakaguman lawan urang/banda, pujian lawan urang nang bakalakuan baik atau urang nang bungas.


a. Halus-halus lumbuk parawit.

Artinya urang nang kalihatannya halus tapi harat, baisi kukuatan, kaahlian atau kawanian nang ganal.


b. Kada barat tanganan.

Artinya urang nang rajin bagawian wan katuju manulungi urang.


c. Lantainya kawa dicaramini.

Artinya urang nang rajin marawat rumahnya, lantai wan pakakas kalihatan barasih wan mangkilat.


d. Muhanya nangkaya hintalu dibasuh.

Artinya muha binian nang licin wan putih barasih.


e. Rambutnya maikal mayang.

Artinya rambut urang nang ikal wan panjang.


4. Paribasa Banjar nang mangandung paumpamaan


Paribasa ini baisi kumpulan kata atau kalimat nang manyamaakan atau mambandingakan. Biasanya manggunakan kata nangkaya atau saumpama.


a. Nangkaya cacing panggal.

Artinya urang nang kada mau baranai, bagarak kasana.


b. Nangkaya kataran hayam.

Artinya kadaadaan rumah atau tempat nang barang-barangnya tahambur atau kada barasih.



Bab 3 Alat-Alat Parangkap Iwak


Ayo Membaca


Masyarakat Banjar mulai bahari sudah menggunakan macam-macam alat parangkap iwak. Bentuk wan ukurannya manyesuaikan tempat mamasangnya wan iwak nang handak didapat.


Parangkap iwak dipakai gasan manjabak atau manangkap iwak. Alat ini diulah sakira iwak nang sudah takana jabak kawa lapas atau kaluar. Parangkap ini biasa dipasang di sungai atau di daerah nang banyak banyu, contohnya kaya di pahumaan atau di sekitaran sungai.


Ada babarapa parangkap iwak nang masih dipakai masyarakat Banjar sampai wahini, nangkaya banjur, tangguk, lalangit, hancau wan sarakap.


1. Banjur


Banjur adalah alat gasan mandapatakan iwak nang mirip lawan unjun. Banjur ini mamakai tali nilon, kawat unjun wan umpan jua, tapi kada mamakai tantaran panjang. Gasan mangait tali nilonnya mamakai tatakan paring atau bahan lain nang timbul. Ukuran panjangnya sakitaran sameter tiap banjurnya.


Banjur nang sudah dikaiti umpan dipasang di pahumaan nang babanyu, lalu ditinggalkan. Limbah babarapa jam, banjur diangkat gasan mangatahui umpannya dimakan iwak atau kada. Samakin banyak banjur nang dipasang maka samakin banyak iwak nang didapat.


Mambanjur kawa jua mamakai unjun biasa. Tantarannya diandak di atas rumput atau ditajak di tanah. Umpan wan talinya dibiarkan tarandam dalam banyu sampai ada iwak nang mamatut umpanannya.


2. Tangguk


Tangguk diulah matan bilah paring nang diraut tipis. Supaya bentuknya kada baubah wan kuat, bilah paring tadi diayam wan paikat. Tangguk halus dipakai gasan mananggguk iwak undang, sapat wan papuyu.


Cara manggunakannya, pamakai tangguk batajun ka pahumaan atau pinggir sungai nang handak ditangguki iwaknya. Ingkuti kadua hujungnya, masukakan ka dalam banyu. Lalu narik tangguknya ka arah awak kita sambil diangkat. Ambil iwak nang takumpul di tangah, buat ka wadah.


3. Sarakap


Sarakap diulah matan paring wan paikat. Sarakap digunaakan gasan manangkap iwak nang taganal nangkaya iwak sapat, papuyu wan haruan. Sarakap biasa dipasang di pahumaan.


Cara manggunakannya, sarakap dibawa bajukung ka pahumaan atau pinggir sungai. Pukulakan banyu wan sabilah paring panjang. Iwak nang takajut biasanya hancap basuhut ka bawah lumpur. Iwak nang bahinak di lumpur manimbulakan galambung-galambung ka atas banyu. Di situlah sarakap dipasang. Lalu masukakan tangan ka dalam sarakap gasan manangkap iwak tadi.


4. Lukah


Lukah adalah parangkap iwak nang diulah matan bilah paring nang diayam lawan paikat. Lukah ada babarapa macam. Bentuk, ukurannya wan ngaran nya kada sama, tagal cara manjabak iwaknya mirip-mirip haja. Nang malainakan lokasi, cara mamasangnya wan jenis iwak nang handak ditangkap.


Lukah ini bentuknya mirip rudal. Hujung lukah diulah babalus wan di bari panutup. Panutupnya kawa dipacul gasan jalan maambil iwak nang masuk ka dalam lukah. Dihujung lainnya dibari samacam karucut supaya iwak kada kawa babalik kaluar amun sudah tamasuk.


Lukah ukuran halus, biasanya dipasang di pahumaan. Caranya di parak lukah dituyuki rumput-rumput diulah samacam dinding. Iwak nang tading rumput tadi kaina maju muhara lukah nang tabuka. Limbah babarapa jam, lukah diangkat gasan mamariksa iwak nang masuk.


5. Lalangit


Lalangit adalah parangkap iwak nang diulah matan tali nilon, nang baukurang sakitar 50 × 50 cm. Kadua pinggirnya dibari kayu halus gasan palampung. Kayu ini baguna jua gasan ingkutan wayah mamasang atau maangangkat lalangitnya. Cara manggunakannya, pahumaan dibarasihi rumputnya sakira muat maandak lalangit. Pasang lalangitnya di atas pamukaan banyu, lalu dihamburi dadak di atasnya. Wayah iwak dibawahnya handak bahinak maambil udara ka atas, maka wayah itulah iwak tajabak di lalangit.


6. Hancau


Hancau adalah alat parangkap iwak nang mirip lawan lalangit. Ukurannya lebih ganal sakitar 2 × 2 meter. Diulah matan tali nilon. Kaampat buncunya dibari palang bilah paring nang basilang. Palang paring disambungkan wan sabatang paring panjang gasan maangkat hancaunya.


Amun lalangit dipasang di paatasan banyu, hancau dipasang di pambawahan banyu. Caranya, jalan gasan mamasang hancau dibarasihi. Imbhtu randam hancaunya sampai tingalam. Diamakan satumat sampai kalihatan banyak iwak nang timbul handak bahinak. Angkat bahanัap sakira samuaan iwak tadi tabuat ka dalam hancau.



#Kamus Mini

banyu : air 

bilah : belahan 

buncu : sisi 

dadak : dedak padi 

ganal : besar 

gasan : untuk 

halus : kecil 

hinak : napas 

hancap : cepat 

haruan : gabus 

ikat : pegang 

iwak : ikan 

jabak : jebak 

kawa : bisa 

muhara : muara 

parangkap : perangkap 

pahumaan : sawah 

timbul : mengapung 

tuyuk : tumpuk 

suhuk : sembunyi 

unjun : pancing 


Rangkuman Materi Pancasila Kelas 3 Semester 1

Bab 1 Aku Bangga Menjadi Diriku

1. Identitas Diri

Identitas diri adalah ciri-ciri yang menunjukkan siapa diri kita.

Contoh identitas diri:

  • Nama lengkap
  • Nama panggilan
  • Tempat dan tanggal lahir
  • Jenis kelamin
  • Umur
  • Alamat tempat tinggal
  • Hobi
  • Cita-cita
  • Bahasa yang digunakan

Setiap anak memiliki identitas yang berbeda. Perbedaan tersebut harus kita hargai dan hormati.

Contoh:
Ani suka menggambar, sedangkan Budi suka bermain sepak bola. Walaupun memiliki hobi yang berbeda, mereka tetap dapat berteman dengan baik.

2. Identitas Keluarga

Keluarga adalah orang-orang yang hidup bersama dan saling menyayangi serta membantu.

Anggota keluarga dapat terdiri atas:

  • Ayah
  • Ibu
  • Kakak
  • Adik
  • Kakek
  • Nenek
  • Anggota keluarga lainnya

Setiap keluarga memiliki kebiasaan dan keadaan yang berbeda. Ada keluarga yang memiliki banyak anggota, ada pula yang hanya terdiri dari beberapa orang.

Contoh perbedaan dalam keluarga:

  • Pekerjaan orang tua berbeda.
  • Hobi anggota keluarga berbeda.
  • Makanan kesukaan berbeda.
  • Kebiasaan di rumah berbeda.

Walaupun memiliki perbedaan, anggota keluarga harus saling menghormati, menyayangi, membantu, dan bekerja sama.

3. Identitas Lingkungan

Kita hidup di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Lingkungan tempat tinggal kita dapat memiliki berbagai perbedaan, seperti:

  • Suku
  • Bahasa
  • Budaya
  • Kebiasaan
  • Pekerjaan
  • Agama dan kepercayaan

Perbedaan tersebut merupakan bagian dari keberagaman Indonesia.

Di lingkungan sekolah, kita dapat bertemu teman yang memiliki asal daerah, hobi, bahasa, dan kebiasaan yang berbeda.

4. Indonesia adalah Negara yang Beragam

Indonesia memiliki masyarakat yang sangat beragam.

Keberagaman Indonesia dapat dilihat dari:
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Suku bangsa
Contohnya suku Banjar, Jawa, Dayak, Bugis, Batak, dan lain-lain.

๐Ÿ—ฃ️ Bahasa daerah
Setiap daerah memiliki bahasa yang berbeda.

๐ŸŽญ Budaya dan adat istiadat
Setiap daerah memiliki pakaian adat, rumah adat, tarian, lagu, dan tradisi yang berbeda.

๐Ÿš Makanan daerah
Indonesia memiliki banyak makanan khas dari berbagai daerah.

Perbedaan bukan alasan untuk saling mengejek atau bermusuhan. Keberagaman merupakan kekayaan bangsa Indonesia.

5. Sikap Menghargai Keberagaman

Sebagai anak Indonesia, kita harus belajar hidup rukun dalam keberagaman.

Contoh sikap yang dapat dilakukan:

  • Menghargai teman yang berbeda.
  • Tidak mengejek suku atau bahasa daerah teman.
  • Mau berteman dengan siapa saja.
  • Mendengarkan pendapat orang lain.
  • Saling membantu.
  • Bekerja sama tanpa membeda-bedakan.
  • Menghormati kebiasaan orang lain.
  • Menjaga kerukunan di rumah, sekolah, dan masyarakat.


Bab 2 Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila

Setiap sila Pancasila memiliki bunyi dan makna yang berbeda. Namun, setiap sila tetap merupakan satu kesatuan yang utuh. 

1. Makna Sila Pertama Pancasila

Sila Pertama Pancasila berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Sila ini mengandung nilai Ketuhanan. Bangsa Indonesia percaya kepada Tuhan yang Maha Esa. Kepercayaan ini ditunjukkan dengan diakuinya agama dan kepercayaan di negara ini.

Ada enam agama resmi yang diakui di Indonesia yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Setiap agama memiliki kitab suci dan tempat ibadahnya masing-masing. 

Nilai-nilai pada sila pertama Pancasila

- percaya dan taat kepada Tuhan serta tidak menganut faham anti-ketuhanan.

- bebas menganut agama dan beribadah sesuai agama dan kepercayaan yang diyakini.

- saling menghormati antarumat beragama dan tidak memaksakan agama kepada orang lain.

Agama dan kepercayaan menunjukkan hubungan antara manusia dengan Tuhan. Oleh karena itu, setiap orang bebas menganut agama dan kepercayaan sesuai dengan keyakinannya.

Kita harus saling menghormati perbedaan agama. Sikap itu disebut toleran. Perbedaan agama tidak boleh menjadi penghalang dalam berteman. Dengan begitu, hidup menjadi rukun dan damai. 

2. Makna Sila Kedua Pancasila

Sila kedua Pancasila berbunyi "Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab". Sila ini mengandung nilai kemanusiaan. Artinya setiap manusia memiliki kedudukan yang sama. Oleh karena itu, setiap orang harus diperlakukan secara adil dan beradab. Adil artinya tidak memihak,sedangkan beradab artinya sopan dan santun.

Sila kedua Pancasila mengajarkan kita untuk selalu menghormati orang lain. Kita juga harus tolong menolong dengan orang lain. Hindarilah sikap suka mengejek orang lain.

Nilai-nilai pada sila kedua Pancasila

- menghormati dan menghargai orang lain

- gemar melakukan kegiatan kemanusiaan

- berani membela kebenaran dan keadilan

3. Makna Sila Ketiga Pancasila

Sila Ketiga Pancasila berbunyi "Persatuan Indonesia". Bangsa Indonesia memiliki suku bangsa, budaya, dan agama yang beragam. Oleh karena itu, kita harus bersatu. Caranya dengan saling menghormati dan menghargai.

Sikap bersatu sangat diperlukan untuk menciptakan persatuan bangsa. Persatuan bangsa membuat Indonesia menjadi negara yang kuat. Semangat persatuan dalam keragaman sesuai dengan nilai-nilai dalam sila ketiga Pancasila yaitu persatuan.

4. Makna Sila Keempat Pancasila

Sila keempat Pancasila berbunyi "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan". Agar kepentingan rakyat terpenuhi, bangsa Indonesia gemar melakukan musyawarah saat membuat keputusan.

Musyawarah adalah kegiatan berkumpul untuk menyelesaikan masalah bersama. Masalah bersama adalah masalah yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak. Sebagai contoh musyawarah untuk memilih tempat liburan keluarga,membuat jadwal ronda malam,atau menyiapkan peringatan hari kemerdekaan di sekolah.

Musyawarah dapat dilakukan di berbagai tempat. Misalnya, di rumah, di kelas, atau di balai desa. Musyawarah juga dilakukan oleh pemerintah untuk membuat peraturan atau undang-undang negara.

5. Makna Sila Kelima Pancasila

Sila kelima Pancasila berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Sila ini mengandung nilai keadilan. Artinya, semua warga negara harus merasakan kemakmuran secara adil dan merata.

Keadilan sosial dicapai melalui pembangunan nasional yang dilakukan oleh pemerintah. Pembangunan nasional adalah kegiatan pembangunan yang dilakukan oelh pemerintah di seluruh wilayah Indonesia.


Bab 3 Hak, Kewajiban dan Aturan Bersama