Ada satu hal yang baru aku pahami setelah bertemu berbagai macam karakter manusia.
Ternyata tidak semua pujian diberikan karena seseorang benar-benar menghargai kita.
Ada yang memuji karena menghargai. Ada yang memuji karena tulus. Namun ada juga yang memuji karena sedang membangun jalan menuju kepentingannya sendiri.
Mungkin terdengar berlebihan. Tetapi kenyataannya, tidak sedikit orang yang mendekat dengan kata-kata manis ketika mereka membutuhkan sesuatu.
Mereka memuji kemampuan kita.
Mereka memuji kebaikan kita.
Mereka memuji kesabaran kita.
Bahkan terkadang mereka membuat kita merasa sangat berarti.
Lalu tanpa sadar, kita mulai memberikan waktu, tenaga, pikiran, bahkan pengorbanan yang tidak sedikit.
Karena merasa dihargai.
Karena merasa dipercaya.
Karena merasa dianggap penting.
Padahal yang mereka butuhkan bukanlah diri kita, melainkan apa yang bisa mereka ambil dari kita.
Yang lebih menyakitkan, ada kalanya pujian itu bukan hanya untuk mendapatkan manfaat. Tetapi juga untuk menempatkan kita di posisi yang kelak akan dikorbankan.
Saat semuanya berjalan baik, kita disebut hebat.
Saat ada masalah, kita yang pertama disalahkan.
Saat pekerjaan berhasil, semua ikut menikmati hasilnya.
Saat terjadi kegagalan, kita yang didorong ke depan untuk menanggung akibatnya.
Dan saat itu terjadi, barulah kita menyadari bahwa sebagian pujian yang dulu terdengar indah ternyata hanyalah alat untuk membuat kita lengah.
Namun pengalaman seperti itu tidak harus membuat kita menjadi pribadi yang penuh curiga.
Kita tetap bisa menjadi orang baik tanpa harus menjadi orang yang mudah dimanfaatkan.
Kita tetap bisa membantu tanpa harus mengorbankan diri secara berlebihan.
Kita tetap bisa menghargai pujian tanpa harus menyerahkan seluruh kepercayaan.
Karena ketulusan memang penting, tetapi kebijaksanaan juga tidak kalah penting.
Hari ini aku belajar bahwa pujian bukan selalu tanda penghargaan.
Kadang itu hanya umpan.
Dan waktu selalu memiliki cara untuk memperlihatkan siapa yang benar-benar menghargai kita, dan siapa yang sejak awal hanya melihat kita sebagai alat untuk mencapai tujuannya.
Maka jangan terlalu terbang tinggi hanya karena pujian.
Sebab pujian bisa dibuat dalam hitungan detik.
Tetapi ketulusan selalu membutuhkan waktu untuk membuktikannya.
Dan jangan terlalu cepat menyerahkan diri karena merasa dihargai.
Sebab orang yang tulus akan tetap menghargaimu bahkan ketika mereka tidak membutuhkan apa pun darimu.
@niey