Rangkuman Materi Seni Rupa Kelas 3 Semester 1

Semester 1

1. Mengenal unsur seni rupa: titik dan garis

2. Mengenal bidang, bentuk, dan warna

3. Mengidentifikasi unsur seni rupa pada benda sekitar

4. Mengenal alat dan bahan seni rupa

5. Membuat karya gambar sederhana

6. Membuat karya kolase



Semester 2

7. Mengenal karya seni rupa tiga dimensi

8. Menggunakan alat dan bahan dengan aman

9. Membuat karya dari plastisin/tanah liat

10. Membuat karya berdasarkan lingkungan sekitar

11. Mengapresiasi karya teman

12. Membuat karya berdasarkan pengalaman melalui tahap mengamati–meniru–memodifikasi



Bab 1 Unsur-Unsur Seni Rupa


Unsur seni rupa adalah bagian-bagian yang membentuk sebuah karya seni.



a. Titik

Titik merupakan unsur seni rupa yang paling sederhana. Titik dapat dibuat dengan pensil, spidol, krayon, cat, atau alat lainnya.

Contoh: membuat pola titik-titik pada gambar bunga.

b. Garis

Garis adalah kumpulan titik yang memanjang. Garis dapat memiliki berbagai bentuk.

Jenis garis:

Garis lurus
Garis lengkung
Garis zigzag
Garis bergelombang
Garis putus-putus

Contoh: garis lurus untuk menggambar meja dan garis lengkung untuk menggambar awan.

c. Bidang

Bidang adalah bentuk datar yang memiliki panjang dan lebar.

Contoh: lingkaran, persegi, persegi panjang, segitiga.

Bidang dapat digabungkan menjadi sebuah gambar.

Contoh:

Lingkaran + segitiga + persegi panjang → dapat menjadi gambar rumah.

d. Bentuk

Bentuk merupakan wujud suatu benda. Bentuk dapat berupa benda dua dimensi maupun tiga dimensi.

Contoh:

Dua dimensi: gambar rumah, bunga, dan pohon.
Tiga dimensi: bola, kubus, patung, dan benda dari tanah liat.

e. Warna

Warna membuat karya seni menjadi lebih menarik dan dapat menunjukkan suasana atau perasaan.

Contoh:

Merah
Kuning
Biru
Hijau
Oranye
Ungu

Peserta didik dapat mengamati unsur-unsur tersebut pada benda-benda yang ada di lingkungan sekitar.

Bab 2 Alat dan Bahan Berkarya Seni Rupa


Dalam membuat karya seni, kita menggunakan berbagai alat dan bahan.

Alat
Pensil
Penghapus
Gunting
Kuas
Spidol
Alat potong lainnya
Bahan
Kertas
Karton
Kertas warna
Krayon
Pensil warna
Cat
Lem
Plastisin atau tanah liat

Setiap alat dan bahan memiliki fungsi yang berbeda. Alat dan bahan harus digunakan dengan tepat dan aman.

Contoh:

Pensil untuk membuat sketsa.
Gunting untuk memotong.
Lem untuk menempel.
Krayon untuk memberi warna.
Plastisin untuk membuat bentuk tiga dimensi.


Bab 3 Teknik dan Prosedur Berkarya Seni Rupa


Sebelum membuat karya, peserta didik perlu mengetahui langkah penggunaan alat dan bahan.

Langkah umum berkarya:

Menentukan ide atau tema.
Menyiapkan alat dan bahan.
Menggunakan alat dengan benar dan aman.
Mencoba alat atau bahan terlebih dahulu.
Membuat karya sesuai rencana.
Merapikan hasil karya dan tempat bekerja.
Jenis karya seni rupa

A. Karya dua dimensi

Karya yang memiliki panjang dan lebar.

Contoh:

Gambar
Lukisan
Kolase

B. Karya tiga dimensi

Karya yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi.

Contoh:

Model dari plastisin
Gerabah sederhana
Mainan atau bentuk benda dari bahan tertentu

Bab 4 Seni Rupa dan Lingkungan Sekitar


Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber ide dalam membuat karya seni.

Peserta didik dapat mengamati:

Tumbuhan
Hewan
Rumah
Sekolah
Teman
Benda-benda di sekitar
Peristiwa sehari-hari

Hasil pengamatan tersebut dapat dituangkan menjadi karya seni.

Seni sebagai ungkapan perasaan

Karya seni juga dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan atau pengalaman.

Contoh:

Menggambar taman yang indah karena merasa senang.
Menggambar lingkungan yang bersih sebagai bentuk kepedulian.
Membuat karya tentang pengalaman bermain bersama teman.

Dengan demikian, seni rupa tidak hanya tentang menggambar, tetapi juga dapat menjadi cara untuk menyampaikan ide, pengalaman, dan perasaan.

Bab 5 Apresiasi dan Membuat Karya Seni

A. Mengapresiasi karya teman

Apresiasi berarti menghargai karya seni yang dibuat oleh diri sendiri maupun orang lain.

Saat melihat karya teman, peserta didik dapat:

Mengamati karya dengan baik.
Menyebutkan hal yang menarik.
Memberikan pendapat dengan sopan.
Menghargai perbedaan karya.
Tidak mengejek karya teman.

Contoh kalimat:

“Saya suka warna yang digunakan karena terlihat cerah.”

B. Membuat karya berdasarkan pengalaman dan pengamatan

Peserta didik dapat membuat karya melalui tiga tahap:

Mengamati → Meniru → Memodifikasi

Mengamati

Melihat benda, lingkungan, atau karya sebagai sumber ide.

Meniru

Mencoba membuat bentuk atau teknik yang sudah diamati.

Memodifikasi

Mengembangkan karya dengan menambahkan ide sendiri.

Contohnya, setelah mengamati gambar bunga, peserta didik dapat membuat gambar bunga dengan bentuk, warna, atau susunan yang berbeda sesuai kreativitasnya.


Rangkuman Materi Matematika Kelas 3 Semester 1

BAB 1 — Bilangan Cacah sampai 1.000


1. Membaca dan Menulis Bilangan


Bilangan cacah sampai 1.000 terdiri dari:


Ratusan

Puluhan

Satuan


Contoh:


345 dibaca tiga ratus empat puluh lima

708 dibaca tujuh ratus delapan

900 dibaca sembilan ratus


2. Nilai Tempat


Contoh bilangan 572:


| Angka | Nilai Tempat | Nilai |

|    -----   |      ------------     |   ----   |

|     5     |      Ratusan     |  500 |

|     7     |      Puluhan     |   70  |

|     2     |      Satuan       |    2   |


Jadi:

572 = 500 + 70 + 2


3. Membandingkan Bilangan


Gunakan tanda:


> artinya lebih dari

< artinya kurang dari

= artinya sama dengan


Contoh:

450 > 325

218 < 281

500 =500


4. Mengurutkan Bilangan


Bilangan dapat diurutkan:

dari terkecil ke terbesar

dari terbesar ke terkecil


Contoh:

325, 215, 450, 178

Urutan terkecil → terbesar:

178, 215, 325, 450


5. Penjumlahan


Penjumlahan dapat dilakukan dengan:


- cara susun pendek

- cara susun panjang

- dengan atau tanpa menyimpan


Contoh:

48 + 26 = 74


6. Pengurangan


Pengurangan dapat dilakukan dengan cara bersusun dan mengambil jika diperlukan.


Contoh:

45 − 19 = 26


7. Perkalian


Perkalian merupakan penjumlahan berulang.


Contoh:

4 × 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12


8. Pembagian


Pembagian merupakan proses membagi suatu bilangan menjadi beberapa bagian sama banyak.


Contoh:

20 : 4 = 5



BAB 2 — Kalimat Matematika


Kalimat matematika adalah kalimat yang menggunakan angka, tanda operasi, dan tanda sama dengan (=).


1. Kalimat Matematika Penjumlahan


Contoh:

25 + 15 = 40


Dalam soal cerita:


Siti memiliki 25 pensil. Ia mendapat 15 pensil lagi.


Kalimat matematikanya:

25 + 15 = 40


2. Menentukan Bilangan yang Belum Diketahui


Contoh:


□ + 25 = 40


Maka:

□ = 15


3. Kalimat Matematika Pengurangan


Contoh:

50 − 20 = 30


Jika diketahui:


50 − □ = 30


Maka:

□ = 20


BAB 3 — Pengukuran Panjang dan Berat


A. Pengukuran Panjang


Alat yang dapat digunakan untuk mengukur panjang, misalnya:


- penggaris

- meteran


Satuan baku panjang antara lain:


- milimeter (mm)

- sentimeter (cm)

- meter (m)

- kilometer (km)


Contoh:

1 m = 100 cm


B. Hubungan Antarsatuan Panjang


Contoh:


2 m = 200 cm

300 cm = 3 m


C. Pengukuran Berat


Alat untuk mengukur berat antara lain:


- timbangan

- neraca


Satuan berat yang digunakan dalam materi:


- gram (g)

- kilogram (kg)


Contoh:

1 kg = 1.000 g


D. Hubungan Antarsatuan Berat


Contoh:


3 kg = 3.000 g

5.000 g = 5 kg





BAB 4 — Unsur-Unsur Bangun Datar


1. Sisi


Sisi adalah bagian garis yang membatasi suatu bangun datar.


Contoh:


Segitiga memiliki 3 sisi

Persegi memiliki 4 sisi

Persegi panjang memiliki 4 sisi


2. Sudut


Sudut terbentuk dari dua garis yang bertemu pada satu titik.


Jenis sudut yang dipelajari:


- sudut lancip

- sudut siku-siku

- sudut tumpul


3. Garis


Materi juga mengenalkan:


- titik

- sinar garis

- garis

- ruas garis


4. Garis Tegak Lurus


Dua garis disebut tegak lurus jika saling berpotongan membentuk sudut siku-siku.


5. Garis Sejajar


Garis sejajar adalah dua garis yang tidak berpotongan meskipun diperpanjang.




BAB 5 — Penyajian Data dalam Tabel


1. Mengurutkan Data


Data dapat diurutkan dari:


terkecil → terbesar

terbesar → terkecil


Contoh data jumlah buku:

12, 8, 15, 10


Terkecil → terbesar:

8, 10, 12, 15


2. Membandingkan Data


Data dapat dibandingkan untuk mengetahui:


- jumlah paling banyak

- jumlah paling sedikit

- data yang sama


3. Menyajikan Data dalam Tabel

Contoh:


|   Buah   |  Banyak siswa |

|     ------     |  ----- |

|    Apel    |   5   |

|   Mangga   |   8  |

| Jeruk |   6  |

| Pisang   |   4  |


Dari tabel tersebut dapat diketahui:


Buah yang paling banyak disukai adalah mangga = 8 siswa

Buah yang paling sedikit disukai adalah pisang = 4 siswa


⭐ Ringkasan Cepat untuk Siswa


| Bab | Materi Utama |

| ----- | ------------------------------------------------------------------------------------------------- |

| 1 | Bilangan cacah sampai 1.000, nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, tambah, kurang, kali, bagi |

| 2 | Kalimat matematika penjumlahan dan pengurangan |

| 3| Pengukuran panjang dan berat serta hubungan antarsatuan |

| 4 | Sisi, sudut, garis, garis tegak lurus, dan garis sejajar |

| 5 | Mengurutkan, membandingkan, dan menyajikan data dalam tabel |