Hari Raya yang Tetap Datang, Meski Hati Tidak Ikut Merayakan
Hari ini Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Di luar sana suara takbir masih terdengar, orang-orang sibuk bersilaturahmi, rumah-rumah ramai dengan aroma masakan dan tawa keluarga.
Sedangkan di rumahku… semuanya terasa biasa saja.
Sepi. Hening. Hambar.
Aku sadar, mungkin untuk sebagian orang hari raya adalah momen yang paling ditunggu. Tapi untukku, rasanya sudah lama berbeda. Tidak ada lagi orang tua yang menyambut pagi dengan suara khas mereka. Tidak ada meja makan yang penuh cerita. Tidak ada rumah yang benar-benar terasa hidup.
Sekarang keluargaku hanya tinggal adik laki-lakiku. Itu pun aku paham, ia sudah punya kehidupannya sendiri. Punya keluarga yang juga harus ia datangi saat hari raya. Aku tidak pernah marah soal itu. Tidak pernah ingin menuntut apa-apa. Hidup memang berjalan seperti itu.
Jadi hari ini, seperti beberapa hari raya sebelumnya, aku hanya mengurung diri di rumah.
Aku bukan orang yang pandai bersosialisasi. Aku tidak terbiasa berbasa-basi dengan tetangga, tidak pandai tersenyum ramah hanya demi terlihat baik-baik saja. Kadang aku lelah harus berpura-pura nyaman di tengah keramaian yang sebenarnya membuatku semakin merasa asing.
Akhirnya aku memilih diam.
Melakukan aktivitas sendiri di rumah.
Membereskan hal kecil, menonton entah apa, atau kadang hanya tidur untuk menghabiskan waktu sampai malam datang.
Mungkin terdengar menyedihkan bagi sebagian orang. Tapi entahlah, aku hanya sedang menjalani hari seperti biasa. Hanya saja hari ini diberi nama “hari raya”.
Aku juga sempat berpikir, apakah salah jika seseorang tidak merasakan hangatnya hari raya seperti orang lain? Tapi semakin dewasa, aku sadar bahwa setiap orang punya cara sendiri menghadapi kehilangan dan kesepian.
Ada yang merayakan dengan ramai.
Ada yang bertahan dalam diam.
Meski begitu, aku tetap berharap semoga hidup perlahan menjadi lebih ringan. Semoga suatu hari nanti, hati ini bisa kembali merasa pulang pada sebuah momen bernama hari raya.
Selamat Idul Adha 1447 H.
Untuk siapa pun yang hari ini juga merasa sepi, semoga hatimu tetap kuat meski rumah terasa sunyi.
@niey_59

0 Komentar
Terimakasih telah mengunjungi blog bu hany...
Semoga bisa bermanfaat. Mohon tinggalkan komentar dan saran jika berkenan.