Pujian atau Sindiran?

Dulu aku cukup percaya pada kata-kata.

Ketika seseorang memuji, aku menganggap itu memang pujian. Ketika seseorang tersenyum, aku pikir itu bentuk penghargaan. Ketika seseorang berkata baik tentangku, aku menerimanya sebagai kebaikan.

Namun semakin banyak pengalaman yang datang, semakin aku sadar bahwa tidak semua kata memiliki makna yang sama dengan bunyinya.

Ada pujian yang terasa hangat dan tulus. Tetapi ada juga pujian yang ternyata menyimpan perbandingan, sindiran, atau bahkan ketidaksukaan yang dibungkus rapi.

"Hebat ya, kamu selalu bisa terlihat tenang."

Kalimat itu bisa menjadi apresiasi. Tapi bisa juga berarti, "Kamu pura-pura tidak punya masalah."

"Bagus sekali pekerjaanmu."

Bisa jadi itu penghargaan. Bisa juga sekadar basa-basi yang tidak benar-benar berasal dari hati.

Lama-kelamaan aku menjadi bingung.

Ketika dipuji, aku bertanya-tanya, apakah ini benar-benar pujian atau hanya kalimat yang diucapkan karena ada maksud tertentu?

Bukan karena aku terlalu curiga. Hanya saja, kehidupan mengajarkan bahwa tidak semua orang berbicara sesuai dengan apa yang mereka rasakan.

Ada yang tersenyum sambil mendukung. Ada yang tersenyum sambil berharap kita gagal.

Ada yang memuji karena menghargai. Ada yang memuji karena ingin melihat bagaimana reaksi kita.

Dan di titik tertentu, aku memilih untuk tidak terlalu sibuk menerka.

Jika itu pujian yang tulus, semoga menjadi doa yang baik.

Jika itu sindiran yang dibungkus pujian, semoga kembali menjadi pelajaran untuk yang mengucapkannya.

Aku tidak lagi ingin menghabiskan energi untuk menebak isi hati orang lain. Karena pada akhirnya, waktu selalu punya cara untuk menunjukkan mana yang benar-benar tulus dan mana yang hanya topeng kata-kata.

Sekarang aku hanya berusaha menjadi orang yang tetap bekerja dengan baik, tetap bersikap sewajarnya, dan tetap menjaga hati agar tidak terlalu tinggi saat dipuji maupun terlalu jatuh saat dinilai.

Karena aku sadar, nilai diriku tidak ditentukan oleh pujian seseorang.

Dan ketulusanku tidak perlu dibuktikan oleh pengakuan siapa pun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah mengunjungi blog bu hany...
Semoga bisa bermanfaat. Mohon tinggalkan komentar dan saran jika berkenan.